Tips Penggunaan HT pada situasi emergency – practice makes perfect

Artikel ini saya dapat dari tulisan rekan di sebuah forum, dimana patut untuk dijadikan pedoman dalam pemanfaatan HT dalam koordinasi komunikasi. Meskipun aslinya tulisan ini adalah untuk situasi emergency, patut kiranya juga dijadikan pedoman pada situasi normal sehingga pemanfaatan HT sebagai alat komunikasi bisa maksimal. Practice makes perfect lah istilah kerennya.

Dalam berbagai simulasi komunikasi darurat (sering disebut sebagai field day), kita masih memiliki waktu persiapan untuk mencharge HT, membeli batteray dan seterusnya sebelum pelaksanaan simulasi darurat tersebut. Namun dalam situasi nyata, hal tersebut sangat sulit dilakukan, terutama pada kondisi bencana yang sifatnya spontan (gempa bumi/ tsunami/ banjir/ erupsi gunung). Untuk itulah ada hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para pengguna HT:

  1. Power / daya listrik
    Daya listrik ada hal paling penting dalam hal ini. Tanpa listrik / battery, HT agan tak akan berfungsi sama sekali sebagai alat komunikasi.
    Tips: belilah battery case yang bisa diisi dengan battery biasa; kemudian siapkanlah battery alkaline dalam jumlah cukup untuk komunikasi aktif selama 72 jam. Battery alkaline lebih lama tahan disimpan, dan lebih tahan lama ketika digunakan.
    Baik juga menyiapkan battery rechargable cadangan yang sudah terisi penuh, namun batt case dan batt alkaline lebih praktis dalam hal ini (batt bisa dipinjamkan/ diberikan ke rekan lain dst).
  2. Antena HT
    Antena standard cukup baik jika anda memiliki fasilitas repeater yang bisa diakses dalam kondisi darurat. Namun dalam kondisi terburuk, repeater terpaksa mati karena kerusakan, HT tersebut hanya bermanfaat untuk komunikasi jarak pendek (2-3km) dan monitoring.
    Dengan antena yang baik, agan juga bisa menghemat penggunaan battery, dengan low power sudah bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
    Tips: siapkan antena after market cadangan, disarankan antena teleskopik 5/8 lambda, panjang kurang lebih 90-120m, dan disimpan bersama-sama dengan batt cadangan.
  3. Spesifikasi radio
    Pilihlah radio dengan output power minimal 4-5watt. Akan lebih baik lagi jika anda memiliki HT yang tahan benturan, tahan percikan air/ hujan (waterproof), atau bahkan tahan jika ditenggelamkan (submersible). Ada HT jenis tertentu yang jika jatuh ke air akan terapung, mantab kan?
    Tips: Jika HT anda belum tahan air, belikan plastik zip ganda (bisa dibeli di supermarket atau toko hardware), untuk menyimpan HT, bahkan juga dompet dan jam tangan, jika terpaksa harus berbasah-basah.

Courtesy: JZ09IYY

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

2 Responses to Tips Penggunaan HT pada situasi emergency – practice makes perfect

  1. narsono says:

    bagaimana prosedur urus ijin mau pakai repiter

  2. suyek panjen says:

    yg punxa freg rapi kepanjen bagy cuy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *