Tanggap Bencana & Tanggap Darurat – pemerintah atau masyarakat?

“Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Rahardjo.”

Itulah sebutan orang-orang tua dulu bagi negara kita tercinta Indonesia. Apakah sekarang masih seperti itu? Semoga masih.

Seperti kita ketahui semua, Indonesia masuk di dalam lintasan Ring of Fire atau Cincin Api yakni gugusan gunung berapi yang membentang mulai dari Sumatra dan Papua dan bertemu di Sulawesi. Dampak positifnya adala, negara kita diberikan karunia tanah yang subur dan kaya akan mineral yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di sini lain, dampak negatif yang harus kita terima adalah Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam, utamanya Letusan Gunung Berapi dan Gempa Bumi. Saat ini yang lagi hot issue adalah Gunung Gamalama dan Gunung Sindoro.

Tulisan ini akan berfokus pada masalah Tanggap Bencana dan Tanggap Darurat karena untuk kaitannya dengan kekayaan alam, semuanya kembali kepada kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mengelolanya. Kenapa fokusnya saya tekankan pada kedua hal tersebut? Selama ini, seperti yang kita lihat di media cetak maupun elektronik, setiap kali terjadi bencana alam, seolah-olah masyarakat hanya bisa pasrah terhadap bantuan dari pemerintah, sukarelawan, dsb. Seolah-olah bencana alam adalah tanggungan mutlak pemerintah. Memang pada UU No. 24 tahun 2007, telah disebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, di samping peran lembaga non-pemerintah lainnya maupun peran serta internasional.

Nah, melihat kondisi yang demikian, akan sangat lebih baik bahwa pendidikan tanggap bencana dan tanggap darurat juga diberikan kepada masyarakat (terutama yang rentan bencana) sehingga mereka secara cepat dan tanggap dapat mempersiapkan diri dan melakukan upaya sendiri sambil menunggu tindak lanjut pemerintah, mengingat biasanya bantuan tidak akan datang tepat saat terjadi bencana.

Di negara yang rawan bencana seperti Jepang, setiap individu sudah dibiasakan sejak dini untuk tanggap akan bencana (gempa bumi, tsunami, dll) sehingga korban jiwa bisa diminimalkan. Peran pemerintah juga sangat signifikan dalam hal penanggulangan maupun recovery/ pemulihan pasca bencana / kondisi darurat. Masih teringat jelas betapa bencana tsunami di Jepang memporak-porandakan kondisi infrastruktur di Jepang. Namun dengan sigap dan cepat, kondisi tersebut bisa dipulihkan dalam jangka waktu yang tidak lama. Masyarakatnya sendiri pun tampaknya juga sudah siap menghadapi bencana sehingga jumlah korban jiwa bisa dibilang minimal.

Nah, sekarang apa yang perlu dipersiapkan oleh masyarakat secara individu dalam hal tanggap bencana atau tanggap darurat? Yang paling utama adalah perlunya menyiapkan emergency go kit atau perlengkapan darurat yang membantu untuk bertahan hidup selama 72 jam pertama (yang merupakan standar bertahan hidup saat bencana sebelum datang bantuan).

Di luar negeri, emergency go kit bisa ditemukan dengan mudah di toko-toko maupun pusat perbelanjaan. Apakah di Indonesia sudah ada? Sejauh yang saya tahu belum, kalo pembaca ada yang tahu, silahkan informasikan.

Emergency Go Kit bukanlah First Aid Kit atau P3K. Emergency Go Kit disiapkan supaya individu bisa memenuhi kebutuhannya untuk kondisi darurat selama minimal 72 jam pertama (3 hari).

Panduan berikut ini mungkin bisa dijadikan pedoman dalam membuat Emergency Go Kit.

Setelah bencana alam terjadi, infrastruktur yang biasanya tidak terlalu kita anggap serius seperti Air, Telepon, Listrik, dll, biasanya menjadi tidak berfungsi. Para ahli menyarankan agar anda dapat menyiapkan diri anda sendiri untuk bisa bertahan sekurang-kurangnya selama 72 jam (3 hari) pasca bencana. Simpanlah emegency kit rumah tangga ini di tempat yang mudah dijangkau. Letakkan di dalam wadah besar kedap air yang bisa dipindah-pindahkan dengan mudah.

Isi Emergency Go Kit Keluarga antara lain:

  1. Air – satu galon (3,7 liter) per orang per hari
  2. Makanan – makan siap saji atau yang membutuhkan sedikit air untuk penyajiannya (mie instan cup, roti kering, dll).
  3. Pisau Multitools (swiss knife, leathermen) yang bisa berfungsi untuk pemotong, pembuka botol, dll (jika bisa yang memiliki 16 fungsi).
  4. Piring dan perpakas makan anti pecah
  5. Alat P3K dan instruksinya
  6. Salinan dokumen penting & nomor telepon penting
  7. Pakaian hangat dan pakaian hujan untuk masing-masing anggota keluarga.
  8. Sarung tangan
  9. Kamera
  10. Pemurni air
  11. Peralatan kebersihan seperti tisu toilet, sabun dll
  12. Lembaran plastik, duct tape untuk menutup kaca jendela yang pecah.
  13. Perkakas seperti linggis, palu dan paku, kunci inggris dan kabel-kabel.
  14. Selimut atau kantung tidur
  15. Kantung plastik besar dan keranjang plastik untuk sanitasi
  16. Peralatan khusus untuk bayi dan orang tua.

Komponen untuk Tas Darurat. Masukkan barang-barang berikut ini ke dalam tas punggung atau tempat lain yang mudah dibawa jika anda terpaksa harus melakukan evakuasi atau mengungsi dengan segera.  Siapkan satu Tas untuk masing-masing angggota keluarga dan pastikan masing-masing dilengkapi Label Identitas. Bisa juga anda menyiapkan Tas Darurat ini di mobil atau tempat kerja jika saat terjadi bencana anda sedang tidak berada di rumah.

  1. Senter
  2. Radio FM / Radio Komunikasi – yang dioperasikan dengan baterai
  3. Baterai secukupnya
  4. Peluit
  5. Masker debu
  6. Pisau saku (multi tools, swiss army, leatherman)
  7. Uang dalam pecahan kecil
  8. Sepatu, pakaian ganti, dan topi hangat
  9. Peta setempat (GPS kalau memungkinkan)
  10. Air dan Makanan dalam jumlah kecil.
  11. Spidol permanen, kertas dan isolasi
  12. Foto anggota keluarga untuk identifikasi
  13. Daftar titik kontak darurat dan nomor telepon atau frekuensi radio komunikasi.
  14. Daftar alergi terhadap obat atau makanan sesuai dengan masing-masing individu.
  15. Fotokopi asuransi kesehatan atau kartu identitas
  16. Rresep kaca mata, alat bantu pendengaran, atau benda pribadi lainnya
  17. Resep obat dan persediaan P3K pribadi
  18. Sikat dan Pasta Gigi
  19. Kunci cadangan untuk rumah dan kendaraan
  20. Peralatan khusus untuk anak dan orang tua

Untuk informasi lebih lanjut tentang Emergency Go Kit berdasarkan  bencana, silahkan kunjungi www.72hours.org dan untuk contoh paket emergency go kit yang dijual di pasaran bisa dilihat di http://www.readysetgokits.com/

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *