Prinsip Berkomunikasi dengan Radio Komunikasi

Pada dasarnya, berkomunikasi menggunakan radio komunikasi tidaklah sulit. Perbedaan mendasar jika dibandingkan ketika kita berkomunikasi via telpon adalah sistem komunikasi secara bergantian.

Dalam berkomunikasi menggunakan radio komunikasi (HT), ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan demi menjamin kelancaran penyampaian informasi dan efektifitas dan efisiensi waktu dan perangkat.

Mengutip pedoman yang dikeluarkan oleh induk organsiasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), tata cara berkomunikasi dengan radio komunikasi adalah sebagai berikut:

Pada saat berkomunikasi, harus berpedoman pada IKIT yang merupakan singkatan dari :
IRAMA : Potongan-potongan kalimat harus diucapkan secara jelas, kalimat hendaknya singkat, jelas dan langsung pada pokok pembahasan.
KECAKAPAN : Bicara dengan kecepatan sedang; jangan bicara terlalu cepat.
ISI SUARA : Bicara agak keras dari biasanya, tidak berteriak atau berbisik.
TINGGI NADA : Tinggi nada sedang, ini akan lebih jelas diterima daripada nada rendah.

Selain itu, saat berkomunikasi biasakan untuk memberikan interval 2-3 detik setelah lawan bicara anda selesai bicara sehingga apabila ada pihak lain yang mungkin lebih perlu menyampaikan informasi akan dapat menyela di sela waktu 2-3 detik tersebut.

Saat berkomunikasi, kita tiidak perlu tergesa-gesa, komunikasikan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti / difahami. Apabila dipandang perlu, bisa menggunakan bahasa sandi / singkat yang sudah disepakati bersama. (misal kode 10, atau kode 8, sandi alfabet, dll).

Kode panggil juga mungkin diperlukan dalam suatu komunitas yang sedang berkomunikasi, misalnya dengan kode panggil angka 01 – sekian, atau kode panggil lainnya yang sudah disepakati bersama (bisa mengambil nama spare part motor untuk komunitas touring motor, atau nama tanaman/binatang untuk penggiat kegiatan di alam, atau nama-nama lain, asalkan sudah disepakati bersama). Tujuan penentuan kode panggil ini adalah supaya tidak ada kesalahan pemahaman dalam menerima informasi atau panggilan, karena kode panggil sifatnya adalah unik dan tidak berganda.

Apabila tata-cara dan pemanfaatan kode sandi serta kode panggil sudah bisa diterapkan dengan baik, maka komunikasi akan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selamat berkomunikasi.

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *